Roma, Italia – Ribuan orang berkumpul di depan Petersdom di Vatikan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, yang meninggal dunia pada usia 88 tahun pada hari Senin Paskah. Lebih dari 100.000 orang terpaksa mengantri hingga delapan jam untuk meluangkan waktu melihat jenazah paus yang sudah dikenal banyak orang ini.
Jadwal untuk memberikan penghormatan akan berlangsung hingga Jumat malam. Pada hari Kamis, Petersdom akan dibuka dari pukul 07.00 hingga tengah malam. Sedangkan pada hari Jumat, tempat tersebut akan buka mulai pukul 07.00 hingga 19.00. Rencananya, jenazah Paus Fransiskus akan dimakamkan pada hari Sabtu.
Jenazah Paus Fransiskus diletakkan dalam sebuah sarkofagus sederhana yang terbuat dari kayu. Menariknya, tidak ada staf pastoral yang biasanya menjadi simbol kekuasaan seorang paus di samping sarkofagus. Hal ini sesuai dengan keinginan Paus Fransiskus yang tercantum dalam wasiatnya, yang menginginkan proses pemakaman yang lebih sederhana.
Pada pagi hari sebelum pemakaman, jenazah paus telah diawetkan. Andrea Fantozzi, pendiri Institut Nasional untuk Thanatopraxie di Italia, menjelaskan bahwa proses ini meliputi penyuntikan cairan pengawet, diikuti dengan perawatan wajah dan tangan. "Ini bertujuan untuk memperlambat proses pembusukan alami agar jenazah bisa dipajang di Petersdom," ujarnya.
Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan umat. Kehilangannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang di seluruh dunia.
Acara penghormatan ini menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk mengenang perjalanan hidup Paus Fransiskus dan semua kontribusinya selama masa kepemimpinannya.
Paus Fransiskus Vatikan Petersdom berduka pemakaman