Pada saat kampanye presiden, Donald Trump berjanji untuk menutup perbatasan Amerika Serikat dari imigrasi ilegal setelah banyaknya penyeberangan ilegal yang terjadi selama masa pemerintahan Biden. Isu ini menjadi sorotan utama dalam kampanye, dan jumlah penangkapan imigran yang dicatat oleh pihak berwenang AS mengalami penurunan drastis menjelang pemilihan.
Sejak menjabat, Trump telah menepati janjinya dengan penangkapan imigran yang terus menurun hingga mencapai tingkat terendah sejak tahun 1960-an. Saat ini, pengawasan yang lebih ketat oleh AS dan Meksiko, bersama dengan langkah-langkah Trump untuk menutup jalur imigrasi legal, telah membuat penyeberangan imigran hampir berhenti total.
Pemerintahan Trump juga menerapkan pemulangan dramatis terhadap imigran ke penjara di El Salvador, yang telah menjadi pencegah yang kuat bagi calon imigran. Meskipun Trump masih berjuang untuk memenuhi janji kampanyenya yang lain mengenai deportasi massal, keberhasilan di perbatasan ini bisa dianggap sebagai kemenangan politik awal.
Sebuah jajak pendapat Wall Street Journal pada bulan Maret menunjukkan bahwa 53% pemilih menyetujui cara Trump menangani keamanan perbatasan, sementara 43% tidak setuju. Di acara tahunan Border Security Expo bulan ini di Phoenix, Tom Homan, kepala keamanan perbatasan, menyatakan bahwa jumlah "gotaways"—yakni perkiraan jumlah orang yang mungkin telah menyeberang perbatasan tanpa tertangkap—telah turun menjadi 41 pada hari sebelumnya.
"Empat puluh satu itu cukup baik," katanya. "Tapi kami akan mencapai nol. Dan ketika kami mencapai nol, kami akan memiliki kendali operasional perbatasan AS untuk pertama kalinya dalam sejarah negara ini."
Trump imigrasi ilegal perbatasan keamanan pemilu