Guna melindungi kepentingan mereka di pasar global, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau USTR, telah mengajukan protes terhadap kebijakan baru yang diterapkan oleh Bank Indonesia, yaitu sistem pembayaran QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). USTR menilai bahwa kebijakan ini dapat merugikan perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia.
QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard, adalah sistem pembayaran yang menggunakan kode QR untuk memudahkan transaksi. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pembayaran di berbagai sektor, namun USTR berpendapat bahwa implementasinya dapat menciptakan ketidakadilan bagi para pelaku bisnis asal Amerika.
Menurut USTR, kebijakan QRIS dan GPN dapat membatasi akses perusahaan-perusahaan Amerika di pasar Indonesia. Mereka khawatir bahwa sistem baru ini dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi pelaku usaha domestik, sementara perusahaan asing akan kesulitan untuk bersaing.
Namun, bagi Bank Indonesia, kebijakan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran di dalam negeri dan mendukung perkembangan ekonomi Indonesia. Sistem QRIS dan GPN diharapkan dapat mempermudah transaksi tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pelaku usaha.
Para pelaku usaha di Indonesia, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), berharap bahwa dengan adanya kebijakan ini, pasar ekspor ke Amerika Serikat dapat terbuka lebih luas untuk produk-produk mereka. Mereka ingin agar produk lokal dapat bersaing di pasar internasional dan mendapatkan kesempatan yang sama seperti produk dari negara lain.
Diskusi mengenai kebijakan ini akan dibahas lebih dalam dalam program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo. Program ini akan tayang pada Rabu, 23 April 2025, pukul 21.30 – 22.00 WIB di IDX Channel. Acara ini dapat disaksikan melalui berbagai saluran televisi dan juga dapat diakses melalui live streaming di situs web IDX Channel.
Dengan berbagai pro dan kontra mengenai kebijakan QRIS dan GPN, penting bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan ini. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan respons dari negara lain, seperti Amerika Serikat, dapat mempengaruhi banyak aspek dalam perdagangan internasional dan perekonomian Indonesia.
USTR QRIS GPN perdagangan Bank Indonesia UMKM