Di wilayah Kaschmir, India, terjadi serangan teroris yang mengejutkan. Menurut laporan polisi, setidaknya 26 orang tewas setelah militan menembaki wisatawan. Kebanyakan dari mereka adalah pengunjung dari berbagai daerah di India, dan dua orang lainnya merupakan warga setempat. Beberapa orang juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut yang terjadi dekat tempat wisata Pahalgam.
Serangan ini berlangsung di daerah yang dikenal dengan keindahan alamnya, di mana banyak wisatawan datang untuk berkuda dan menikmati musim semi. Saksi mata melaporkan bahwa sekelompok orang bersenjata muncul dari balik pepohonan dan mulai menembaki orang-orang secara acak. Mereka diduga bertanya kepada korban apakah mereka beragama Hindu sebelum menembak.
Setelah serangan, daerah tersebut segera ditutup oleh pihak berwenang. Menurut laporan dari Angkatan Darat India, dua orang militan yang terlibat dalam serangan tersebut ditembak mati dekat perbatasan dengan Pakistan.
Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, mengutuk tindakan ini dan menyebutnya sebagai aksi terorisme. Meskipun demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Namun, surat kabar Greater Kashmir melaporkan bahwa kelompok "The Resistance Front" mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Kelompok ini merupakan cabang dari organisasi teroris yang telah dilarang, yaitu "Lashkar-e-Taiba", yang dikenal karena serangkaian serangan di Mumbai pada tahun 2008 yang menewaskan 175 orang, termasuk 26 orang asing.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan di media sosial bahwa serangan ini jauh lebih besar daripada serangan-serangan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Ia berjanji bahwa pelaku di balik tindakan jahat ini akan diadili dan tidak akan dibiarkan lepas dari hukuman.
Keamanan saat ini diperketat di seluruh wilayah Kaschmir untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Kaschmir India teroris wisatawan serangan