Minggu, 20 April 2025, KIH 12 Malang bersama WALHI Jatim melakukan kegiatan belajar langsung dari alam dengan mengunjungi Sumber Jenon, yang terletak di Tajinan, Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam.
Selama perjalanan, peserta menyusuri jembatan tua yang merupakan peninggalan Belanda. Jembatan ini menjadi saksi bisu dari eksploitasi alam yang terjadi di masa lalu. Setelah itu, rombongan tiba di Sumber Jenon, sebuah mata air yang menjadi nadi kehidupan bagi desa-desa di sekitarnya.
Di lokasi tersebut, peserta berdiskusi mengenai berbagai ancaman yang dihadapi oleh lingkungan di sekitar Malang. Beberapa isu yang diangkat antara lain adalah alih fungsi hutan menjadi kebun tebu dan sawit, serta ekspansi pabrik semen di kawasan karst. Diskusi juga menyentuh masalah krisis air yang diakibatkan oleh kerusakan bentang alam.
Kondisi Malang saat ini dinyatakan sebagai zona merah bencana, di mana terjadi banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Semua ini merupakan akibat dari alih fungsi ruang yang dilakukan tanpa perencanaan yang baik.
"Kami percaya bahwa menjaga hutan, kawasan karst, dan mata air adalah sama dengan menjaga kehidupan," ujar salah satu peserta. Mereka menekankan pentingnya untuk menghentikan eksploitasi yang merusak lingkungan serta memulihkan ruang hidup agar Malang dapat menjadi lebih lestari.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen untuk terus memperjuangkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga alam dan menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan.
KIH 12 Malang WALHI Jatim Sumber Jenon lingkungan Malang