Nairobi, Kenya – Direktorat Investigasi Kriminal (DCI) Kenya telah memulai penyelidikan menyeluruh terkait laporan penyelundupan organ ilegal yang melibatkan kelompok Mediheal Hospital. Penyelidikan ini dilakukan oleh unit elite DCI yang bernama Transnational Organized Crime Unit (TOCU).
Langkah ini diambil sehari setelah otoritas kesehatan Kenya memerintahkan penghentian semua operasi transplantasi ginjal di klinik-klinik Mediheal hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penghentian operasi ini dimulai dari klinik Mediheal Hospital dan Fertility Centre yang terletak di kota Eldoret, yang menjadi pusat dari tuduhan tersebut.
Mediheal Group dengan tegas membantah semua tuduhan yang ada. Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Mediheal menjelaskan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan dan berjanji untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan.
Sebuah investigasi yang dilakukan oleh DW bekerja sama dengan penyiar publik Jerman, ZDF, dan majalah berita Der Spiegel, telah mengungkap adanya jaringan internasional yang mengatur donor dan penerima organ yang dikoordinasikan oleh perantara kriminal.
Donor ginjal yang terlibat termasuk pemuda Kenya yang rentan dan mencari uang, serta penjual dari negara-negara seperti Azerbaijan, Kazakhstan, dan Pakistan. Mereka yang sangat membutuhkan ginjal dan bersedia membayar ratusan ribu dolar ditemukan di Israel dan Jerman.
Penyelidikan ini menunjukkan betapa seriusnya masalah penyelundupan organ dan dampaknya terhadap masyarakat. Diharapkan, dengan adanya penyelidikan ini, pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah praktik ilegal ini di masa depan.
Kenya Mediheal Hospital penyelundupan organ penyelidikan