Vatican, 22 April 2025 – Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang terkenal, telah meninggal dunia pada usia 88 tahun. Kabar duka ini diumumkan oleh pihak Vatican setelah paus mengalami masalah kesehatan yang serius, termasuk dirawat di rumah sakit karena pneumonia beberapa minggu yang lalu.
Jorge Mario Bergoglio, nama asli Paus Fransiskus, dikenal sebagai paus yang banyak membawa perubahan. Ia adalah paus pertama dari Amerika, paus pertama yang berasal dari ordo Jesuit, serta paus pertama yang menggunakan nama "Franciskus". Selain itu, ia juga menjadi paus pertama dalam hampir enam abad yang menjabat setelah pendahulunya mengundurkan diri.
Paus Fransiskus dikenal dengan penampilannya yang lebih sederhana. Ia sering kali menghindari pakaian resmi yang megah, memilih mobil kecil, dan terkenal dengan komentar blak-blakan yang sering ia sampaikan di konferensi pers. Ia berusaha menjadikan Gereja Katolik lebih dekat dengan masyarakat dan memperjuangkan keadilan sosial dan ekonomi.
Dalam pandangannya, Paus Fransiskus selalu mengajak masyarakat, terutama aktivis akar rumput, untuk menjembatani kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Ia juga mengingatkan negara-negara kaya untuk lebih menjaga lingkungan hidup. Ketika banyak pemimpin Barat mengunci perbatasan bagi para pengungsi, Paus Fransiskus menjadi suara bagi mereka dan para migran lainnya.
Di bulan Februari 2025, ia mengkritik rencana Presiden Trump yang ingin melakukan deportasi masal, menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu sosial. Namun, kebijakan paus dalam meredakan ajaran tradisional Gereja mengenai pernikahan dan homoseksualitas menjadi sorotan. Salah satu pernyataannya yang terkenal adalah, "Siapa saya untuk menghakimi?" yang mendukung kelompok liberal tetapi menyusahkan umat Katolik konservatif.
Walaupun paus mendukung kebijakan nol toleransi terhadap imam yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak, banyak korban dan pendukung mereka merasa bahwa langkah yang diambilnya masih belum cukup. Salah satu skandal terbesar dalam masa kepemimpinannya adalah ketika seorang mantan diplomat Vatican menuduhnya menutup mata terhadap perilaku seksual yang tidak pantas oleh seorang kardinal dari AS dan meminta paus untuk mengundurkan diri.
Kesehatan paus tetap menjadi perhatian setelah ia kembali ke kediaman resminya di Vatican. Meskipun ia berjuang dengan kesehatan yang buruk, Paus Fransiskus terus berusaha menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin Gereja Katolik hingga akhir hayatnya.
Paus Fransiskus meninggal Gereja Katolik kesehatan