Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Visa 1.500 Mahasiswa Internasional Ditarik, Studi Terancam Berakhir

Sekitar 1.500 mahasiswa internasional di Amerika Serikat kini berada dalam situasi yang sangat sulit setelah visa F-1 atau J-1 mereka dicabut dalam beberapa minggu terakhir. Perubahan ini berdampak pada lebih dari 240 universitas di seluruh negeri, membuat mahasiswa tidak dapat menyelesaikan studi mereka secara langsung dan terpaksa harus kembali ke negara asal mereka.

Menurut informasi dari Inside Higher Ed, banyak universitas yang tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya mengenai pencabutan visa ini. Alasan di balik perubahan status hukum para mahasiswa tersebut masih belum jelas. Universitas-universitas tersebut baru mengetahui tentang pencabutan visa ketika memeriksa catatan mahasiswa internasional mereka di sistem informasi pemerintah yang disebut Student and Exchange Visitor Information System (SEVIS).

Yang lebih mencengangkan, tidak ada dari mahasiswa yang terkena pencabutan visa ini yang pernah didakwa melakukan kejahatan. Pemerintah, melalui Departemen Luar Negeri, menggunakan undang-undang imigrasi yang jarang diterapkan, yang memungkinkan Sekretaris Negara untuk mencabut status imigrasi jika dianggap keberadaan mahasiswa tersebut dapat menjadi ancaman bagi kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Pada akhir bulan Maret, Sekretaris Negara Marco Rubio menyatakan bahwa Washington akan mencabut visa yang telah diterbitkan sebelumnya jika mahasiswa terlibat dalam aktivitas sosial atau protes. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang dianggap mengancam stabilitas politik.

Pelanggaran terhadap status imigrasi seorang mahasiswa dapat mengakibatkan pencabutan catatan SEVIS mereka. Jika hal ini terjadi, mahasiswa tersebut akan kehilangan status hukum dan harus meninggalkan negara tersebut. Beberapa pelanggaran status imigrasi yang umum terjadi antara lain adalah pekerjaan tanpa izin, menarik diri dari kelas tanpa izin, atau tidak memenuhi syarat untuk program studi penuh. Mahasiswa juga dapat terkena dampak jika mereka dikeluarkan atau ditangguhkan dari universitas, gagal mendaftar di kelas, atau melaporkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan izin kerja mereka.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan mahasiswa internasional, yang kini merasa tidak aman dalam melanjutkan pendidikan mereka di Amerika Serikat. Masyarakat dan pihak universitas berharap agar pemerintah dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan baru ini dan dampaknya bagi mahasiswa yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik di luar negeri.

library_books Middleeasteye