Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

DPR RI Kritik Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial

Jakarta, 21 April 2025 - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi, mengungkapkan kritik terhadap program Sekolah Rakyat yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial. Menurutnya, program ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang mendesak di Indonesia.

Matindas menekankan bahwa masih banyak sekolah di seluruh Indonesia yang memerlukan bantuan dalam hal perbaikan dan peningkatan sarana prasarana. Selain itu, banyak sekolah juga mengalami kekurangan peserta didik. "Dalam hal anggaran, dengan target yang akan diusulkan sebanyak 200 Sekolah Rakyat. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk memperbaiki dan menambah ruang kelas belajar pada sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang sudah ada. Tentu akan menambah jumlah peserta didik yang dapat ditampung," kata Matindas.

Lebih lanjut, Matindas juga mengingatkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat dapat menimbulkan stigma dan diskriminasi baru di dunia pendidikan. Ia khawatir program ini justru akan memperburuk kesenjangan sosial yang sudah ada. Kesenjangan sosial merupakan perbedaan yang signifikan dalam hal akses dan kualitas pendidikan antara kelompok masyarakat yang berbeda.

Matindas J. Rumambi merupakan anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi masalah sosial, termasuk pendidikan. Ia berharap pemerintah lebih fokus pada perbaikan sekolah-sekolah yang sudah ada sebelum meluncurkan program baru seperti Sekolah Rakyat.

Dengan kritik ini, diharapkan pemerintah dapat mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang diambil dalam dunia pendidikan, agar semua anak di Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

library_books Pdiperjuangan