Pada tanggal 18 hingga 24 April 1955, Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Acara penting ini dihadiri oleh 29 delegasi dari negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Hasil dari konferensi ini adalah sepuluh butir kesepakatan bersama yang dikenal sebagai Dasasila Bandung atau Bandung Declaration.
Persiapan untuk KAA dilakukan dengan sangat matang. Presiden Soekarno, yang akrab disapa Bung Karno, secara langsung mengecek semua persiapan yang diperlukan. Salah satu yang menarik adalah penggantian nama gedung dan jalan di sekitar lokasi konferensi. Gedung Concordia diubah menjadi Gedung Merdeka, sedangkan Gedung Dana Pensiun diubah menjadi Gedung Dwiwarna. Adapun sebagian Jalan Raya Timur, yang sebelumnya tidak memiliki nama yang mencerminkan semangat konferensi, diubah menjadi Jalan Asia Afrika.
Bung Karno juga terlibat langsung dalam menentukan menu makanan yang akan disajikan kepada para delegasi. Awalnya, panitia KAA merencanakan untuk menyajikan makanan ala Eropa. Namun, Bung Karno menginginkan agar para tamu disuguhi makanan khas Indonesia. Beberapa menu yang dipilih antara lain soto, sate, gado-gado, klepon, pukis, lemper, kue lapis, colenak, dan cendol.
KAA menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan antar negara di Asia dan Afrika, yang tidak hanya menjalin kerja sama tetapi juga menunjukkan identitas budaya masing-masing negara. Konferensi ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Dengan semangat persatuan, KAA berhasil membawa suara negara-negara berkembang ke pentas dunia.
Konferensi Asia Afrika Bandung Dasasila Bandung Soekarno