Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Keluarga Scott Spivey Curiga Terjadi Pembunuhan

Keluarga Scott Spivey Curiga Terjadi Pembunuhan

Keluarga dari Scott Spivey, seorang pria yang tewas dalam insiden penembakan, merasa curiga bahwa kematiannya bukan akibat pembelaan diri. Insiden ini terjadi di Highway 9, ketika Scott Spivey dan Weldon Boyd, keduanya mengendarai truk pickup dan membawa senjata, bertemu di jalan.

Weldon Boyd mengklaim bahwa dia menembak Scott Spivey terlebih dahulu. Menurutnya, tindakan itu adalah pembelaan diri, yang dilindungi oleh hukum "stand-your-ground" di Carolina Selatan. Namun, hasil autopsi menunjukkan bahwa Scott Spivey tertembak di bagian belakang, menimbulkan pertanyaan tentang kebenaran klaim Boyd.

Jennifer Spivey Foley, saudara perempuan Scott, tidak percaya bahwa saudaranya tewas dalam keadaan membela diri dan bertekad untuk mendapatkan kejelasan mengenai kematiannya. Setelah menghadapi kesulitan dalam mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, Foley berhasil memperoleh rekaman dari telepon Boyd.

Dalam rekaman tersebut, sehari setelah penembakan, Boyd mengungkapkan kepada sahabatnya, Bradley Williams, "Saya tahu ini terdengar salah, tapi saya menikmati momen itu. Saya bersenang-senang." Pernyataan ini semakin menguatkan kecurigaan keluarga bahwa ada yang tidak beres dalam insiden tersebut.

Foley terus mengumpulkan bukti dan informasi, berusaha untuk mengungkap kebenaran di balik kematian saudaranya. Kasus ini menarik perhatian publik dan memicu diskusi mengenai penerapan hukum pembelaan diri. Keluarga Spivey berharap untuk mendapatkan keadilan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada malam tragis itu.

library_books Wsj