Samar Abu Elouf, seorang fotografer freelance asal Palestina dari Gaza, baru saja menambah penghargaan di koleksinya. Pada hari Kamis, ia menerima Penghargaan World Press Photo of the Year 2025 atas foto yang dipublikasikan oleh The New York Times. Foto tersebut menampilkan Mahmoud Ajjour, seorang anak berusia sembilan tahun yang kehilangan kedua lengannya akibat serangan udara Israel di Gaza City pada bulan Maret 2024.
Foto tersebut diambil oleh Abu Elouf pada bulan Juni 2024, saat ia tinggal di kompleks apartemen yang sama dengan Ajjour di Doha, Qatar. Di sana, Mahmoud dan keluarganya menerima perawatan medis setelah mereka berhasil keluar dari Gaza. Abu Elouf sendiri meninggalkan Gaza pada bulan Desember 2023.
Mahmoud Ajjour termasuk salah satu dari sedikit orang yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk diangkut ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis. Selama perjalanannya menuju kesembuhan, Abu Elouf telah mendokumentasikan banyak pengalaman mereka.
Pada tahun 2016, dalam wawancara dengan MEE, Abu Elouf mengungkapkan bahwa bekerja di Gaza sangat sulit dan berbahaya. "Sayangnya, bukannya mendapatkan dukungan dan pengakuan atas pekerjaan yang kami lakukan, tidak ada yang memperhatikan kami," ujarnya.
Abu Elouf pernah difoto mengenakan helm pers yang terbuat dari panci dan rompi pers yang terbuat dari kantong plastik. Saat itu, ia tidak mampu membeli perlengkapan pelindung yang sebenarnya.
Menurut catatan resmi di Gaza, lebih dari 220 pekerja media telah kehilangan nyawa mereka di Gaza sejak bulan Oktober 2023. Hal ini menjadikan situasi ini sebagai perang paling mematikan bagi profesi jurnalis dalam seratus tahun terakhir, menurut proyek Costs of War di Brown University.
Samar Abu Elouf fotografer Palestina penghargaan Gaza World Press Photo