Tangerang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 250 unit rumah tapak gratis di Kabupaten Tangerang. Pembangunan ini diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah. Target penyelesaian proyek ini adalah pada tanggal 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.
Maruarar menjelaskan bahwa pembangunan perumahan ini merupakan sumbangan dari Agung Sedayu Group, sebuah perusahaan pengembang yang dimiliki oleh pengusaha Sugianto Kusuma, yang akrab disapa Aguan. "Dari Pak Aguan perusahaannya untuk bangun rumah nanti dibagi gratis di Tangerang sebanyak 250 unit, itu bangun rumah nanti dibagi gratis," kata Maruarar.
Pembangunan rumah gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal. Dengan adanya rumah tapak ini, diharapkan mereka bisa memiliki hunian yang layak dan aman. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi kebutuhan akan perumahan yang terjangkau.
Masyarakat berpenghasilan rendah adalah kelompok yang sering kali terpinggirkan dalam mendapatkan akses terhadap rumah. Oleh karena itu, inisiatif ini menjadi langkah positif dalam mendukung mereka untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
Dengan selesainya pembangunan rumah ini pada waktunya, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Tangerang. Menurut Maruarar, program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak atas tempat tinggal yang layak.
Pembangunan rumah gratis ini diharapkan juga dapat menginspirasi perusahaan lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan lebih banyak lagi program serupa dapat diluncurkan di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber: Antara News
rumah gratis Tangerang Maruarar Sirait masyarakat berpenghasilan rendah