Harvard University membuat berita pada hari Senin ketika presiden universitas, Alan Garber, menolak tuntutan dari pemerintahan Trump. Ia menolak untuk menghapus program keberagaman, membatasi protes mahasiswa, dan mengizinkan audit federal sebagai imbalan untuk pendanaan dari pemerintah federal.
Tindakan Garber untuk menolak tuntutan tersebut mengikuti pengumuman dari agensi federal yang akan meninjau $9 miliar dana untuk Harvard dua minggu sebelumnya. Pemerintahan Trump segera merespons dengan membekukan $2,2 miliar dalam hibah jangka panjang dan $60 juta dalam kontrak jangka panjang untuk universitas tersebut.
Pada Selasa pagi, Trump mengancam akan mencabut status bebas pajak universitas melalui sebuah postingan di Truth Social. Ini merupakan kehilangan dana yang dramatis, tetapi seperti yang mungkin dipikirkan Garber, Harvard mampu menghadapinya. Universitas yang sudah berusia 388 tahun ini memiliki $53 miliar dalam endowment, yang merupakan yang terbesar di dunia. Harvard juga memiliki hubungan filantropi yang kuat, peringkat utang AAA, dan bergantung sedikit pada dukungan federal dibandingkan dengan beberapa universitas lainnya.
Meski hal ini jarang terjadi di antara ribuan perguruan tinggi di Amerika, Harvard tidak sendirian. Forbes telah mengidentifikasi 39 sekolah yang memiliki keragaman pendapatan dan kekuatan finansial untuk menolak tuntutan dari pemerintahan Trump.
Kasus ini menunjukkan bahwa beberapa universitas besar memiliki kekuatan untuk mempertahankan nilai dan program mereka meskipun ada tekanan dari pemerintah.
Harvard Alan Garber Trump keberagaman dana