Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jaksa Turki Tuntut Tujuh Jurnalis Penjara Tiga Tahun

Jaksa penuntut umum di Turki sedang meminta hukuman penjara selama tiga tahun untuk tujuh jurnalis yang ditangkap saat meliput protes menentang penahanan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu. Kasus ini menarik perhatian banyak orang karena berkaitan dengan kebebasan pers di negara tersebut.

Kantor Jaksa Agung Istanbul telah mengajukan dakwaan terhadap tujuh jurnalis, yaitu Bulent Kilic, Kurtulus Ari, Yasin Akgul, Zeynep Kuray, Gokhan Kam, Ali Onur Tosun, dan Hayri Tunc. Mereka dituduh melanggar undang-undang yang melarang partisipasi dalam protes yang tidak disetujui. Penangkapan mereka terjadi pada tanggal 24 Maret ketika mereka meliput protes di depan Balai Kota di daerah Sarachane, sebagai bentuk penolakan terhadap penahanan Imamoglu.

Setelah beberapa hari, para jurnalis ini dibebaskan namun masih berada di bawah pengawasan hukum. Dakwaan yang diajukan menyebutkan bahwa para jurnalis mengklaim kehadiran mereka di protes adalah bagian dari kegiatan jurnalistik dan fotojurnalistik. Namun, jaksa mengatakan tidak ada bukti yang ditemukan untuk mendukung pernyataan tersebut.

Setidaknya 139 orang lainnya juga ditangkap setelah protes di Sarachane dan mereka pun telah didakwa oleh jaksa. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di Turki semakin memanas, terutama setelah penahanan Imamoglu pada 19 Maret. Imamoglu adalah seorang pemimpin oposisi yang populer dan calon presiden yang diperkirakan dapat menantang Presiden Recep Tayyip Erdogan di pemilihan mendatang.

Serikat Jurnalis Turki (TGS) mengkritik dakwaan terhadap para jurnalis tersebut. Mereka menyatakan di media sosial, "Baik jurnalistik maupun berpartisipasi dalam pertemuan dan demonstrasi sebagai hak konstitusi bukanlah sebuah kejahatan." Pernyataan ini menunjukkan adanya kekhawatiran akan pembatasan kebebasan pers di Turki.

Sejak penahanan Imamoglu, berbagai demonstrasi telah terjadi di seluruh Turki meskipun ada larangan resmi. Ribuan orang telah ditangkap sebagai respon terhadap demonstrasi tersebut, dan pemerintah mengklaim lebih dari 150 petugas polisi terluka dalam insiden ini.

Organisasi kebebasan media secara rutin menyebut Turki sebagai negara dengan penjara jurnalis terburuk di dunia, menunjukkan bahwa isu kebebasan berpendapat masih menjadi tantangan besar di negara ini.

library_books Middleeasteye