Tiongkok kini berada dalam situasi yang tidak mudah setelah Amerika Serikat menaikkan tarif pada barang-barang asal Tiongkok menjadi lebih dari 60%. Ini adalah serangan terberat yang pernah dialami oleh eksportir terbesar di dunia ini.
Meskipun begitu, suasana di Beijing tidak menunjukkan kepanikan. Presiden Xi Jinping telah memulai langkah untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Tiongkok terhadap Amerika sejak awal masa kepresidenan Donald Trump.
Para pejabat Tiongkok berharap bahwa pemulihan permintaan dalam negeri, setelah mengalami masalah properti selama empat tahun dan inflasi negatif selama dua tahun, dapat membantu mengurangi dampak dari perang dagang yang dilancarkan oleh Trump.
Dalam enam bulan terakhir, kebijakan di Tiongkok mulai menunjukkan arah yang lebih menjanjikan. Pemerintah Tiongkok berusaha untuk memperkuat ekonomi negara mereka di tengah situasi perang dagang yang kembali memanas dengan Amerika Serikat.
Dengan adanya langkah-langkah baru dalam kebijakan ekonomi, Tiongkok berusaha untuk bangkit dan menghadapi tantangan yang ada. Masyarakat dan pelaku ekonomi diharapkan dapat melihat adanya peningkatan yang positif di masa mendatang.
Perdagangan internasional adalah aspek penting bagi banyak negara, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat. Ketegangan antara kedua negara ini dapat berdampak luas, bukan hanya bagi mereka, tetapi juga bagi negara-negara lain di seluruh dunia.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Tiongkok, mereka berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka tetap kuat di tengah tekanan yang dihadapi. Masyarakat diharapkan tetap optimis dan melihat adanya peluang baru di pasar domestik.
Gambar: Qilai Shen/New York Times/Redux /Eyevine
Tiongkok Amerika Serikat tarif ekonomi perdagangan