Setiap tahun, pada tanggal 2 Syawal, Desa Kemiren yang terletak di Banyuwangi menggelar tradisi sakral yang dikenal dengan nama Barong Ider Bumi. Acara ini bukan hanya sekadar arak-arakan, tetapi juga merupakan simbol untuk menolak bala dan ungkapan syukur dari masyarakat Osing.
Ritual dimulai dengan kegiatan bersih desa, yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari hal-hal negatif. Setelah itu, pawai Barong akan dimulai, diiringi dengan pertunjukan seni khas yang memukau. Puncak dari acara ini adalah sembur uthik-uthik, di mana masyarakat akan menyebarkan koin, beras kuning, dan bunga. Semua ini melambangkan keberkahan dan rezeki yang melimpah bagi warga desa.
Dalam kepercayaan masyarakat Osing, Barong dianggap sebagai penjaga desa yang melambangkan kebaikan dan perlindungan. Kata "Ider Bumi" sendiri berarti "mengelilingi bumi". Dalam konteks tradisi ini, maknanya adalah untuk membersihkan desa dari energi negatif. Dengan demikian, Barong Ider Bumi lebih dari sekadar ritual; ia merupakan warisan budaya yang hidup, yang menghubungkan manusia dengan alam serta leluhur mereka.
Bagi kamu yang sedang mudik atau transit di Banyuwangi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung keseruan Barong Ider Bumi. Acara ini dimulai pukul 14.00 WIB di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Ayo datang dan rasakan sendiri atmosfer magis dari tradisi ini!
Acara ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Ibu @ipukfdani dan jajaran pemerintahan @banyuwangi_kab. Selain itu, ada juga dukungan dari MUA @jinnani_makeup, hairdo @byenk_ivena, dan kebaya @cindesutro. Fotografer yang mengabadikan momen ini adalah @alim_sadikin dan @novnovfashiongraphie.
Barong Ider Bumi Desa Kemiren Banyuwangi tradisi budaya