Pembuat film asal Palestina, Hamdan Ballal, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) yang telah menunjukkan kesetiakawanan sosial kepadanya. Dalam surat yang dituliskan bersama rekannya, Basel Adra, Yuval Abraham, dan Rachel Szor, Ballal mengungkapkan betapa pentingnya dukungan tersebut bagi mereka.
Surat tersebut muncul setelah adanya kritik dari anggota AMPAS terhadap pimpinan Akademi, Janet Yang dan Bill Kramer, yang dianggap tidak memberikan tanggapan yang memadai terhadap situasi yang dihadapi Ballal dan rekan-rekannya. Mereka merasa diabaikan oleh Akademi dan sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh para anggota.
Dalam suratnya, Ballal menyatakan, "Pada saat kami merasa diabaikan oleh Akademi, membaca surat Anda sangat berarti dan mengetahui bahwa kami tidak sendirian." Ungkapan ini menunjukkan betapa besar dampak emosional dan politik dari dukungan yang mereka terima.
Ucapan terima kasih tersebut menyusul terbitnya surat terbuka dari anggota AMPAS yang mengkritik pimpinan Akademi. Dalam surat tersebut, anggota AMPAS menuntut agar pimpinan Akademi meminta maaf kepada Ballal dan mengakui filmnya yang berjudul No Other Land. Film ini telah meraih Piala Oscar untuk kategori "Best Documentary Feature" pada 2 Maret.
Film No Other Land menjadi sangat penting bagi Ballal dan timnya, karena tidak hanya mendapatkan pengakuan internasional, tetapi juga menyoroti isu-isu sosial dan politik yang dihadapi oleh masyarakat Palestina. Dengan adanya dukungan dari AMPAS, diharapkan suara mereka dapat lebih didengar di kancah perfilman internasional.
Kesetiakawanan sosial yang ditunjukkan oleh anggota AMPAS ini mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dalam dunia seni, terutama ketika menghadapi tantangan dan ketidakadilan. Semoga dukungan ini dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik untuk semua pembuat film yang berjuang untuk menyampaikan cerita mereka.
Hamdan Ballal AMPAS film Palestina dukungan No Other Land