Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bursa Saham Tokyo Turun 4% Karena Kebijakan Tarif AS

Tokyo, 1 April 2025 - Bursa saham Tokyo mengalami penurunan yang signifikan pada Senin (31/3/2025) akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang mulai berdampak pada Jepang.

Indeks Nikkei, yang merupakan salah satu indeks utama di Jepang, turun sebesar 4,06 persen atau 1.580 poin, sehingga mencapai 35.612,1 poin menjelang penutupan perdagangan hari itu. Penurunan ini terjadi sejak bursa dibuka di pagi hari. Selain itu, indeks Topix juga mengalami penurunan sebesar 3,5 persen, mencapai 2.662,1 poin.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kyodo News, nilai dolar AS juga melemah tajam hingga mencapai level 148 yen. Mata uang Jepang, yen, selama ini dikenal sebagai safe-haven asset atau aset yang dianggap aman, yang mencerminkan ketidakpastian dan ketakutan pasar akan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat perang dagang yang sedang berlangsung.

Indeks Nikkei kini berada pada level terendah sejak September 2024. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang terlihat di Wall Street pada akhir pekan lalu. Pelaku pasar merasa cemas setelah melihat data inflasi AS yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, bersamaan dengan penurunan kinerja ekonomi yang mengkhawatirkan.

Perkembangan ini menunjukkan betapa kebijakan ekonomi dari negara besar seperti AS dapat mempengaruhi bursa saham di negara lain, termasuk Jepang. Pelaku pasar di seluruh dunia kini terus memantau situasi ini dengan seksama, menantikan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pemerintah dan otoritas terkait.

Kekhawatiran ini juga menjadi pengingat bagi investor bahwa kondisi global dapat mempengaruhi suasana pasar lokal. Dengan ketidakpastian yang masih ada, investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan yang terjadi di kancah internasional.

library_books Idx Channel