Kamp Jenin, tempat tinggal banyak pengungsi Palestina, kini menghadapi ancaman serius setelah pasukan Israel dilaporkan menghancurkan lebih dari 3.250 unit rumah. Menurut komite media kamp Jenin, beberapa rumah dihancurkan sepenuhnya, sementara yang lainnya disita dan diubah menjadi barak militer.
Jenin dikenal sebagai pusat perlawanan Palestina dan telah menjadi target utama dalam operasi militer Israel yang terus-menerus. Dengan ribuan orang kini terpaksa mengungsi, kamp tersebut secara sistematis dirusak, satu per satu rumah dirobohkan.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Israel mengumumkan rencana untuk mengubah tata letak kamp pengungsi Palestina di kota Jenin dan Tulkarm. Rencana ini merupakan bagian dari operasi militer besar-besaran di wilayah Tepi Barat yang diduduki, yang telah berlangsung sejak akhir Januari.
Tujuan dari rencana ini adalah untuk menghapus kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams, serta mengubahnya menjadi kawasan permukiman di dalam kedua kota tersebut. Ini dilakukan dengan harapan untuk mencegah kamp-kamp ini menjadi "inkubator bagi organisasi teroris," seperti yang dilaporkan oleh media Israel.
Di lapangan, operasi penghancuran dilakukan setiap hari. Angkatan Bersenjata Israel telah mengeluarkan peringatan berulang kali kepada ratusan keluarga Palestina mengenai penghancuran rumah mereka yang akan datang. Sayangnya, keluarga-keluarga ini tidak dapat menantang perintah tersebut secara hukum, karena alasan penghancuran dinyatakan bersifat murni militer.
Situasi ini sangat memprihatinkan, mengingat banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mencari perlindungan di tempat lain. Dengan rencana yang terus berlanjut, masa depan kamp Jenin dan pengungsi yang tinggal di sana semakin suram.
Jenin pengungsi rumah hancur operasi militer Palestina