Seorang dokter di China baru-baru ini dipecat setelah terlibat dalam skandal pengambilan plasenta secara diam-diam dari rumah sakit. Dokter spesialis kebidanan yang tidak disebutkan namanya ini tertangkap kamera sedang mengambil plasenta dari ruang operasi.
Dalam rekaman tersebut, dokter tersebut terlihat membawa plasenta yang dibungkus dalam kantong plastik berbahaya menuju kantornya. Setelah itu, ia menyembunyikan plasenta tersebut dalam kantong hitam. Tindakan ini tentunya menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat dan pihak rumah sakit.
Plasenta manusia, yang dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai ziheche, merupakan bahan yang dulu dianggap sangat bergizi dalam pengobatan tradisional China (TCM). Dalam tradisi tersebut, plasenta sering digunakan dalam berbagai ramuan untuk meningkatkan kesehatan.
Menurut laporan, pada tahun 2021, plasenta manusia dapat dijual hingga 2.400 yuan (sekitar 5 juta rupiah) per kilogram di pasar gelap. Hal ini menunjukkan bahwa plasenta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, meskipun penggunaannya sebagai obat masih kontroversial.
Skandal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai etika dan praktik di rumah sakit. Banyak yang mengecam tindakan dokter tersebut dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Pihak rumah sakit juga telah berjanji untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di area medis agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi.
Kasus ini menyoroti pentingnya menjaga integritas dan etika dalam dunia medis, serta kesadaran masyarakat mengenai praktik-praktik yang bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan pasien.
dokter China plasenta pemecatan rumah sakit