Paris, Prancis – Marine Le Pen, pemimpin partai National Rally, baru saja menerima keputusan mengejutkan dari pengadilan. Sebelum putusan dibacakan, Le Pen terlihat sangat marah dan meninggalkan ruang sidang dengan tergesa-gesa.
Pada hari ini, Pengadilan Kriminal Paris memutuskan untuk melarang Le Pen mencalonkan diri dalam jabatan publik selama lima tahun. Keputusan ini diambil setelah dia dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan dana publik.
Selain larangan tersebut, Le Pen juga dijatuhi hukuman denda sebesar €100,000, serta hukuman penjara selama empat tahun. Dari total hukuman tersebut, dua tahun dijalani di penjara dan dua tahun sisanya di rumah dengan pengawasan menggunakan gelang elektronik.
Keputusan ini tentunya mengejutkan anggota partai National Rally dan bisa mengubah arah pemilihan presiden mendatang di Prancis, di mana Le Pen merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Emmanuel Macron.
Larangan ini dapat berdampak besar pada karir politik Le Pen. Meskipun dia tidak bisa mencalonkan diri, beberapa pengamat berpendapat bahwa situasi ini bisa menguatkan posisi sayap kanan di Prancis, karena pendukungnya mungkin merasa lebih terhubung dengan perjuangan yang dihadapinya.
Dengan keputusan ini, pertarungan politik di Prancis semakin menarik perhatian. Banyak yang penasaran bagaimana nasib partai National Rally ke depan tanpa pemimpin mereka yang terkenal ini.
Marine Le Pen larangan jabatan penyalahgunaan dana pengadilan Paris