Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Keluarga Korban Pembunuhan Jurnalis Minta Transparansi Hasil Autopsi

Banjarbaru, Kalimantan Selatan - Keluarga dari J (23), seorang jurnalis yang menjadi korban pembunuhan, meminta agar Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin memberikan informasi yang jelas mengenai hasil autopsi. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh anggota Lanal Balikpapan yang berinisial J dan berpangkat kelasi satu.

Kuasa hukum keluarga korban, C Oriza Sativa, mengungkapkan kekecewaannya karena pihak keluarga dilarang untuk ikut serta dalam gelar perkara yang diadakan di Markas Polda Kalimantan Selatan pada hari Sabtu, 29 Maret. "Sangat disayangkan, pihak keluarga korban dilarang ikut gelar perkara," ujar Oriza.

Oriza menegaskan pentingnya transparansi dari pihak TNI Angkatan Laut terkait hasil autopsi. Ia berpendapat bahwa informasi tersebut harus disampaikan kepada keluarga dan rekan-rekan jurnalis. Hal ini penting untuk memastikan publik percaya bahwa institusi TNI AL bersikap transparan dalam menindak anggotanya yang melanggar hukum.

"Buka hasil autopsi supaya kita semua tahu apa sebenarnya yang terjadi, termasuk motif pembunuhan agar keluarga tahu dari bukti yang dimiliki penyidik," tambah Oriza.

Keluarga berharap bahwa dengan adanya informasi yang jelas, mereka dapat memahami keadaan sebenarnya di balik kejadian tragis ini. Keluarga dan publik menantikan kejelasan dari pihak berwenang agar keadilan dapat ditegakkan.

Kasus ini menjadi perhatian luas, bukan hanya bagi keluarga korban tetapi juga bagi masyarakat dan rekan-rekan jurnalis yang mendukung transparansi dalam penegakan hukum.

library_books Antaranewscom