Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Eksperimen Teh yang Mengubah Ilmu Penelitian

Pada tahun 1920-an, sebuah eksperimen menarik terjadi di stasiun penelitian pertanian Rothamsted, Inggris. Tiga ilmuwan terlibat dalam sebuah percobaan yang tidak hanya menguji selera minuman, tetapi juga menjadi dasar bagi metode penelitian ilmiah yang kita kenal saat ini.

Ilmuwan pertama, Ronald Fisher, seorang ahli statistik, menawarkan secangkir teh kepada rekannya, Muriel Bristol. Namun, Bristol menolak tawaran tersebut karena ia lebih suka susu dituang terlebih dahulu sebelum teh. Fisher meragukan klaim Bristol, tetapi ia bersikeras bahwa teh dengan susu pertama terasa lebih enak.

Seorang ilmuwan ketiga, yang merupakan tunangan Bristol, menyarankan untuk melakukan tes untuk membuktikannya. Mereka mempersiapkan beberapa cangkir teh, dengan setengah dari cangkir disiapkan dengan susu terlebih dahulu dan setengah lagi dengan teh terlebih dahulu. Agar hasilnya valid, mereka memastikan urutan penyajian acak untuk menghindari tebak-tebakan.

Fisher menyadari bahwa jika mereka memberikan enam cangkir—tiga dengan susu pertama dan tiga dengan teh pertama—ada 20 cara berbeda untuk mengurutkan cangkir tersebut secara acak. Artinya, jika Bristol hanya menebak, kemungkinan ia akan mendapatkan semua enam dengan benar hanya satu dari 20 kali.

Mereka memutuskan untuk menggunakan delapan cangkir. Dalam hal ini, Fisher menghitung ada 70 kombinasi yang mungkin, yang berarti hanya ada satu dari 70—atau 1,4 persen—kemungkinan ia akan benar hanya berdasarkan keberuntungan. Dengan menggunakan delapan cangkir, mereka meminta Bristol untuk mencicipi dalam urutan acak. Bristol kemudian menamai empat cangkir yang ia sukai dan empat yang tidak ia sukai. Hasilnya, Bristol berhasil menebak dengan benar semua delapan cangkir.

Penelitian lebih lanjut dalam bidang kimia kemudian mengonfirmasi klaim Bristol: menambahkan teh panas ke dalam susu dapat menyebabkan denaturasi, yang mengubah rasa. Fisher mencatat eksperimen ini dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1935 berjudul 'The Design of Experiments,' yang menjadi tonggak awal prinsip-prinsip acak dan pengujian hipotesis dalam penelitian ilmiah.

Eksperimen ini menunjukkan bagaimana metode ilmiah dapat digunakan dalam situasi sehari-hari, bahkan dalam hal sederhana seperti minum teh. Jadi, Anda lebih suka teh dengan susu terlebih dahulu atau susu dengan teh terlebih dahulu?

library_books Wired