Amerika Serikat pada hari Kamis, 27 Maret 2025, mengumumkan bantuan baru senilai 73 juta dolar AS (sekitar Rp1,2 triliun) untuk mendukung pengungsi Rohingya. Pengumuman ini datang di tengah seruan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar negara-negara di seluruh dunia meningkatkan dukungan kemanusiaan bagi para pengungsi.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, mengungkapkan melalui platform media sosial bahwa bantuan ini akan disalurkan melalui Program Pangan Dunia (WFP). Program ini dikenal membantu memberikan makanan dan kebutuhan dasar lainnya bagi orang-orang yang menghadapi krisis, termasuk pengungsi.
Sejak tahun 2017, Amerika Serikat telah menjadi penyumbang terbesar untuk pengungsi Rohingya, dengan total bantuan hampir 2,4 miliar dolar AS (sekitar Rp39,6 triliun). Ini menunjukkan komitmen AS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi yang sangat sulit seperti ini.
Dalam kunjungannya baru-baru ini ke kamp pengungsi di Cox’s Bazar, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan semua negara untuk memberikan dukungan yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya pendanaan yang memadai untuk mencegah penderitaan lebih lanjut bagi para pengungsi yang telah mengalami banyak kesulitan.
Dengan bantuan ini, diharapkan para pengungsi Rohingya dapat mendapatkan kebutuhan yang lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. Bantuan dari komunitas internasional sangat penting untuk membantu mereka yang sedang berada dalam situasi krisis dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari kita semua.
Amerika Serikat bantuan pengungsi Rohingya PBB