Jakarta, 31 Maret 2025 – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, menegaskan bahwa keberlangsungan demokrasi suatu negara sangat bergantung pada niat baik dan integritas Presiden. Pernyataan ini disampaikan Aria Bima dalam sebuah acara diskusi yang membahas pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab di Indonesia.
"Kalau Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tidak mau membatasi kekuasaan dengan kewenangannya sebagai eksekutif, maka itu bisa berbahaya bagi demokrasi. Selesai. Mau ke KPK bisa, Kejaksaan bisa, mau apapun bisa," ujarnya tegas.
Aria Bima menambahkan bahwa pengalaman pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 diharapkan menjadi pembelajaran penting untuk perbaikan di masa depan. Ia menyatakan bahwa perbaikan regulasi saja tidak cukup untuk menjamin pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang lebih baik. Yang lebih penting adalah adanya komitmen dari pimpinan negara untuk menciptakan sistem yang lebih baik.
Pernyataan ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat Pemilu dan Pilkada merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyalurkan suara dan memilih pemimpin yang diharapkan bisa membawa perubahan positif bagi negara. Aria Bima berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.
PDI Perjuangan sebagai salah satu partai politik yang besar di Indonesia, terus berupaya untuk memenangkan kepercayaan rakyat dan memastikan bahwa suara rakyat didengar dalam setiap keputusan yang diambil. Dalam konteks ini, integritas dan komitmen dari para pemimpin, terutama Presiden, menjadi hal yang sangat krusial.
Dengan semangat #PDIPerjuangan, #MenangkanRakyat, dan #SatyamEvaJayate, partai ini berusaha untuk memastikan bahwa #KebenaranPastiMenang dan #SolidBergerak dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.
demokrasi Aria Bima integritas Presiden Pemilu Pilkada