Myanmar baru saja dilanda gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.7 pada skala Richter, yang menjadi salah satu bencana alam terburuk di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Gempa ini telah mengakibatkan lebih dari 1.000 orang tewas dan diperkirakan angka kematian akan terus meningkat.
Bencana ini terjadi di tengah kondisi Myanmar yang sudah dilanda perang sipil sejak kudeta militer pada tahun 2021. Banyak infrastruktur seperti bandara, jembatan, dan jalan raya mengalami kerusakan parah akibat gempa, menyulitkan upaya penyelamatan yang sedang dilakukan.
Di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, para penyintas berusaha menggali puing-puing dengan tangan kosong untuk menyelamatkan orang-orang yang masih terjebak. Mereka kekurangan alat berat dan bantuan dari pihak berwenang sulit didapatkan.
Situasi semakin sulit karena Myanmar saat ini sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang besar. Akses dan pergerakan di dalam negeri menjadi sangat berbahaya dan sulit.
Pemerintah militer Myanmar, yang awalnya lambat dalam menerima bantuan asing, akhirnya mengajukan permohonan dukungan pada hari Jumat lalu. Beberapa negara telah menanggapi permohonan tersebut, termasuk China, yang siap memberikan bantuan kemanusiaan darurat senilai 100 juta yuan (sekitar 13,77 juta dolar).
Berdasarkan perkiraan dari U.S. Geological Service, jumlah korban jiwa dapat melebihi 10.000 orang dan kerugian ekonomi akibat bencana ini bisa lebih besar dari total output ekonomi tahunan Myanmar.
Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan dukungan internasional dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Kini, harapan terbesarnya adalah agar semua pihak dapat bersatu untuk membantu mereka yang terkena dampak.
Myanmar gempa bumi bantuan asing bencana alam kemanusiaan