PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), yang merupakan pemilik jaringan bioskop CGV Cinemas, melaporkan kerugian yang beruntun selama lima tahun terakhir, dari tahun 2020 hingga 2024. Meskipun pendapatan perusahaan terus menunjukkan peningkatan, kerugian yang dialami tetap signifikan.
Dari laporan keuangan yang telah diaudit, pada tahun 2024, BLTZ mengalami kerugian sebesar Rp71,27 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kerugian yang tercatat pada tahun sebelumnya, yaitu Rp14 miliar.
Kerugian yang dialami oleh BLTZ dimulai sejak tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. Pada saat itu, CGV Cinemas mengalami kerugian yang sangat besar, mencapai Rp446 miliar. Pada tahun berikutnya, kerugian mulai berkurang menjadi Rp265 miliar, dan pada tahun 2022, kerugian terus menyusut menjadi Rp59 miliar.
Akumulasi kerugian yang dialami oleh perusahaan terus membengkak, dan per 31 Desember 2024, saldo rugi yang tercatat mencapai Rp1,33 triliun. Meskipun begitu, perusahaan masih memiliki modal bersih yang positif, yaitu sebesar Rp388 miliar.
Situasi ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama investor dan penggemar film, yang berharap agar CGV Cinemas dapat segera bangkit dari kerugian yang berkepanjangan ini. Dengan meningkatnya pendapatan, diharapkan perusahaan dapat menemukan cara untuk mengelola biaya dan meningkatkan profitabilitas di masa depan.
Dengan kondisi ini, banyak yang menunggu langkah selanjutnya dari PT Graha Layar Prima Tbk demi keberlangsungan dan perkembangan CGV Cinemas di industri perfilman Indonesia.
CGV Cinemas kerugian PT Graha Layar Prima laporan keuangan