PBB Akui Israel Abaikan Nyawa Manusia di Gaza
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan keras terhadap Israel, menuduh negara tersebut menunjukkan "pengabaian yang kejam terhadap nyawa manusia". Tuduhan ini muncul saat Israel terus melancarkan serangan udara ke Gaza, yang mengakibatkan banyak korban sipil di daerah padat penduduk.
Jens Laerke, juru bicara badan kemanusiaan PBB, Ocha, menyatakan di Jenewa pada hari Jumat bahwa tindakan perang yang dilakukan Israel memiliki ciri-ciri kejahatan kemanusiaan. "Tindakan perang yang kita lihat menunjukkan tanda-tanda kejahatan atrocity," ujarnya.
Serangan yang terus menerus dari Israel telah menghancurkan seluruh lingkungan, menghilangkan banyak keluarga, meskipun Israel mengklaim bahwa mereka bertindak untuk membela diri.
Sementara itu, direktur Program Pangan Dunia (WFP) di Palestina memperingatkan tentang krisis kelaparan yang semakin dalam di Gaza. Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 90% penduduk di Gaza kini mengalami ketidakamanan pangan. "Kami memiliki sedikit bantuan, tetapi kualitasnya sangat buruk," ujarnya, menyoroti kondisi yang sangat sulit.
Kurangnya gas untuk memasak menjadi kendala besar dalam upaya menyediakan makanan bagi warga Gaza. Ia juga menyerukan langkah-langkah mendesak untuk melindungi para pekerja bantuan dan meminta agar blokade yang menghambat pasokan penting segera dihentikan.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga telah mengangkat suara keprihatinan mengenai penumpukan sampah di Gaza. Mereka menyatakan bahwa hal ini "mempertaruhkan kesehatan dan nyawa orang-orang" serta memperburuk krisis lingkungan.
Badan-badan PBB telah berulang kali menekankan bahwa runtuhnya sistem pengelolaan limbah padat di Gaza mempercepat penyebaran penyakit menular.
Krisis di Gaza semakin memburuk, dan banyak pihak mendesak agar situasi ini segera ditangani agar tidak menambah penderitaan bagi warga sipil.
PBB Israel Gaza serangan udara krisis pangan