Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Selamat Hari Raya Nyepi, Pentingnya Jeda dalam Kehidupan

Di tengah momen menjelang akhir Ramadan 1446 Hijriah, umat Hindu di Bali dan daerah lainnya merayakan Hari Raya Nyepi yang sangat berarti. Hari Raya Nyepi, yang menandai Tahun Baru Saka 1947, adalah waktu bagi umat Hindu untuk merenung dan melakukan introspeksi.

Organisasi KontraS mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Nyepi. Mereka mengajak masyarakat untuk memaknai pentingnya jeda dan berhenti sejenak dalam kehidupan. "Situasi ini penting bagi kita untuk mengumpulkan kembali energi untuk memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan di Indonesia," ungkap mereka dalam pernyataan resmi.

Jeda dan berhenti sejenak ini dianggap sebagai sesuatu yang langka, terutama bagi para politisi. Banyak dari mereka yang terjebak dalam proses pengesahan berbagai undang-undang tanpa memberi ruang bagi partisipasi publik. Misalnya, proses pengesahan revisi UU BUMN, UU TNI, serta beberapa regulasi seperti UU KUHAP, UU POLRI, dan UU Kejaksaan. Proses ini dinilai dapat menghambat gagasan-gagasan dari masyarakat.

Melihat makna dari Hari Raya Nyepi, KontraS berharap para penguasa dapat merenungkan dan memperbaiki diri. Mereka menekankan pentingnya memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka.

Di akhir, KontraS mengajak seluruh warga untuk merayakan Hari Raya Nyepi dengan penuh rasa syukur. "Rahajeng Rahina Nyepi, semoga kita semua mendapatkan hikmah dari hari yang suci ini," tutup mereka dengan harapan agar momen ini bisa menjadi titik balik untuk kebaikan bersama.

library_books Kontras Update