Selama empat tahun konflik bersenjata, junta yang berkuasa di Myanmar telah mengalami berbagai kekalahan yang memalukan. Namun, tahun ini mereka mencatatkan keberhasilan yang jarang terjadi.
Di negara bagian Shan yang terletak di timur, pasukan junta yang telah lama terdesak berhasil merebut kembali beberapa kamp musuh. Keberhasilan ini menjadi pencapaian pertama dalam hal penguasaan wilayah melawan para pemberontak oleh Tatmadaw, nama resmi angkatan bersenjata Myanmar, sejak tahun 2023.
Penggunaan drones atau pesawat tanpa awak menjadi kunci penting bagi kemenangan ini. Selama setahun terakhir, intensitas serangan udara yang dilakukan oleh Tatmadaw meningkat dengan pesat. Namun, para ahli berpendapat bahwa meskipun jumlah serangan meningkat, hal ini tidak mungkin mengubah arah perang secara signifikan.
Perang sipil di Myanmar dimulai setelah kudeta militer pada tahun 2021, yang mengakibatkan ketidakstabilan dan perlawanan dari berbagai kelompok pemberontak. Meskipun junta berhasil meraih beberapa kemenangan kecil, tantangan besar masih menghadang di depan mereka.
Banyak pihak yang skeptis bahwa keberhasilan ini akan membawa perubahan besar dalam konflik yang telah berlangsung lama ini. Sementara itu, masyarakat sipil di Myanmar terus berjuang dalam kondisi sulit akibat perang yang berkepanjangan.
Foto: Getty Images
Myanmar junta perang sipil Shan drone militer