Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Rencana Serangan Udara AS di Yaman Bocor Lewat Grup Chat Rahasia

Pejabat keamanan Amerika Serikat, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, diduga telah membagikan rencana untuk serangan udara yang akan datang di Yaman melalui grup chat di aplikasi pesan Signal. Hal ini dilaporkan oleh majalah AS, The Atlantic.

Jeffrey Goldberg, pemimpin redaksi The Atlantic, mengklaim bahwa ia secara tidak sengaja terlibat dalam grup chat rahasia pemerintah AS, di mana rencana militer yang sangat sensitif sedang dibahas. Brian Hughes, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, mengonfirmasi bahwa riwayat chat tersebut kemungkinan besar adalah asli dan mengumumkan akan dilakukan pemeriksaan internal.

Meskipun demikian, Hegseth menolak untuk mengambil tanggung jawab atas penyebaran rencana tersebut. Dalam sebuah artikel yang ditulis Goldberg, ia menjelaskan bagaimana pada pertengahan Maret, ia menjadi saksi bisu dalam percakapan yang sangat sensitif melalui aplikasi Signal.

Kontak pertama terjadi pada 11 Maret, ketika seorang pengguna Signal yang menggunakan nama Michael Waltz, yang merupakan Penasihat Keamanan Nasional Trump, mengirimkan permintaan kontak kepada Goldberg. Awalnya, ia meragukan bahwa orang tersebut benar-benar adalah perwakilan pemerintah. Namun, ia menerima permintaan itu dengan harapan bahwa itu benar-benar Waltz.

Dua hari kemudian, Goldberg menerima undangan untuk bergabung dalam grup chat yang dimaksud. Seiring berjalannya waktu, lebih banyak pengguna bergabung: beberapa menggunakan nama asli, sementara yang lain menggunakan inisial yang menunjukkan bahwa mereka adalah anggota pemerintah AS.

Goldberg menggambarkan secara rinci perkembangan percakapan di antara anggota grup, lengkap dengan waktu yang tepat dan kutipan asli. Menariknya, Waltz menggunakan emoji untuk mengekspresikan dukungan dan semangat tempur, seperti emoji tangan yang mengepal, bendera AS, dan simbol api.

Di antara anggota grup tersebut terdapat beberapa pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan anggota kabinet serta pejabat pemerintah lainnya.

Kasus ini menunjukkan betapa rentannya informasi sensitif dalam era digital, dan menjadi perhatian besar bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

library_books Tagesschau