Pada Senin malam, langit di atas Baden-Württemberg dan Rheinland-Pfalz menampilkan fenomena yang mengejutkan. Sebuah spiral bercahaya berwarna putih kebiruan muncul dan menarik perhatian banyak orang.
Berita mengenai penampakan spiral ini dilaporkan oleh berbagai media di seluruh Jerman dan bahkan lebih jauh lagi. Menurut informasi dari ORF, spiral tersebut juga terlihat di atas Danau Bodensee dan di Vorarlberg, Austria.
Namun, spiral ini bukanlah tanda adanya kehidupan dari luar angkasa. Meteorolog Donald Bäcker menjelaskan di program pagi ARD bahwa fenomena tersebut adalah sisa-sisa dari roket milik Elon Musk. "Roket ini terdiri dari dua tahap, di mana satu tahap kembali ke Bumi, sementara yang lainnya terbakar saat memasuki atmosfer Bumi," jelas Bäcker.
Menurut Bäcker, saat pemisahan bagian roket, bahan bakar akan keluar dan menyebar secara rotasi. "Karena suhu di mesosfer sangat dingin, yaitu sekitar minus 100 derajat Celsius, bahan bakar tersebut membeku menjadi kristal es. Kristal-kristal ini akan disinari oleh matahari, sehingga terlihat sangat indah," tambahnya.
Pada Senin malam yang sama, SpaceX, perusahaan luar angkasa yang didirikan oleh miliarder AS Elon Musk, mengumumkan melalui platform X bahwa mereka telah meluncurkan roket Falcon 9 dari negara bagian Florida, serta telah berhasil mendaratkan tahap roket tersebut.
Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan menunjukkan bagaimana teknologi luar angkasa dapat mempengaruhi pemandangan di langit kita.
Himmelsphänomen Spirale Rakete Falcon 9 SpaceX