Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Yordania Tolak Klarifikasi Usulan Pengusiran Anggota Hamas

Pemerintah Yordania baru-baru ini menolak untuk memberikan klarifikasi mengenai pernyataan yang dikaitkan dengan menteri luar negeri mereka, Ayman Safadi. Pernyataan tersebut muncul setelah berita dari Middle East Eye yang menyebutkan bahwa Yordania mengusulkan pengusiran 3.000 anggota Hamas dari Gaza untuk mengakhiri perang dengan Israel.

Radio Husna di Yordania melaporkan pada hari Senin bahwa Ayman Safadi membantah laporan tersebut. Dalam pernyataannya, Safadi menegaskan bahwa Yordania "tetap teguh dalam posisinya mengenai isu Palestina" dan menolak pengusiran warga Palestina dari Gaza atau Tepi Barat.

Namun, ketika dihubungi oleh Middle East Eye tentang komentar Safadi di Radio Husna, baik kementerian luar negeri Yordania maupun juru bicara pemerintah tidak memberikan tanggapan. Middle East Eye juga telah mencoba untuk mendapatkan komentar dari pemerintah Yordania sebelum mempublikasikan berita awal mereka, tetapi tidak menerima jawaban.

Sebelumnya, Middle East Eye melaporkan bahwa Yordania telah mengusulkan untuk mengekstradisi baik anggota militer maupun sipil dari Hamas dari Gaza. Proposal tersebut muncul setelah Yordania mendapat informasi dari sumber-sumber Amerika dan Palestina yang akrab dengan rincian rencana tersebut.

Menurut sumber dari Middle East Eye, proposal ini juga mencakup rencana untuk melucuti senjata Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya di wilayah tersebut. Proses pelucutan senjata ini direncanakan akan berlangsung sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, yang nantinya akan mengakhiri pemerintahan Hamas di Gaza dan memberikan kendali kepada Otoritas Palestina.

Rencana ini muncul setelah Israel melanjutkan serangan beratnya di Gaza pada 18 Maret, yang mengakibatkan ratusan warga Palestina tewas dan mengakhiri gencatan senjata yang rapuh.

library_books Middleeasteye