Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan militer terhadap kapal-kapal di Laut Hitam dan menerapkan larangan serangan terhadap fasilitas energi satu sama lain. Kesepakatan ini diumumkan setelah adanya pertemuan antara kedua belah pihak yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Arab Saudi.
Jika kesepakatan ini dilaksanakan, hal ini bisa menjadi langkah besar menuju perjanjian yang lebih luas untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun. Rusia mengatakan bahwa beberapa sanksi yang dikenakan terhadap bank, perusahaan asuransi, dan eksportir makanan harus dicabut sebelum gencatan senjata di Laut Hitam dapat mulai berlaku.
Kremlin menginginkan agar institusi-institusi yang terkena sanksi dapat terhubung kembali ke sistem pembayaran internasional SWIFT, yang saat ini beberapa bank Rusia tidak dapat menggunakannya. Ini menjadi salah satu syarat penting bagi Rusia agar gencatan senjata dapat direalisasikan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyambut positif perkembangan ini, namun ia menekankan bahwa Kyiv tidak mendukung pelonggaran sanksi terhadap Rusia. "Masih terlalu awal untuk mengatakan bahwa ini akan berhasil, tetapi pertemuan ini adalah langkah yang tepat, keputusan yang tepat," ungkapnya kepada para wartawan di Kyiv.
Zelenskyy juga berharap bahwa negara-negara lain, seperti Turki, akan terlibat dalam menjaga gencatan senjata ini agar tetap berlangsung dengan baik. Dengan dukungan internasional, diharapkan perdamaian dapat segera tercapai di kawasan ini.
Rusia Ukraina gencatan senjata Laut Hitam perang