Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Buku Panduan untuk Remaja Mengenai Fasisme Amerika

Sebuah buku yang berjudul The Young Person's Illustrated Guide to American Fascism diterbitkan oleh OR Books, terdiri dari 190 halaman, disertai dengan pengantar 40 halaman dari sejarawan seni, Stephen F Eisenman. Buku ini menampilkan karya-karya Provokatif yang menggugah, membahas berbagai isu mulai dari kompleks militer-industri, krisis iklim, hingga masalah pekerja anak dan kekejaman terhadap hewan.

Dalam pengantar bukunya, Eisenman mengajak pembaca untuk merenungkan apa arti demokrasi bagi mereka. Ia melanjutkan dengan mengulas kekurangan sistem politik Amerika, memberikan penilaian yang mengecewakan terhadap demokrasi di Amerika. Eisenman mencatat adanya serangan terhadap kebebasan berbicara dan dukungan yang tidak populer untuk perang Israel melawan Gaza. Ia menulis, "Dukungan militer AS yang terus menerus untuk perang ini sama saja dengan menyetujui pembersihan etnis."

Eisenman juga mengungkapkan, "Apakah kamu terkejut saat berbicara dan menemukan bahwa kebebasan demokratis kita cukup terbatas? Beberapa orang mengatakan bahwa AS hanya demokratis setiap empat tahun, saat orang memilih presiden."

Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih diselimuti oleh ketakutan yang meluas bahwa ia akan mengubah AS menjadi negara fasis. Sejak dilantik, ketakutan tersebut menjadi semakin nyata. Di dalam negeri, ia memangkas anggaran beberapa lembaga, menyerang program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, serta isu-isu transgender dan keadilan lingkungan.

Dalam masalah internasional seperti invasi Rusia ke Ukraina, ia mengabaikan konsensus barat dengan mempermalukan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Oval Office dan secara terbuka menyerukan pembersihan etnis di Gaza. Ketergantungan yang semakin meningkat pada miliarder teknologi seperti Elon Musk dan Peter Thiel juga memberikan kesan bahwa fasisme Amerika menjadi hal yang tidak terhindarkan.

Mengingat banyaknya orang yang dengan mudah melabeli semua hal yang berkaitan dengan Trump sebagai "fasis", Eisenman berusaha memberikan sejarah singkat mengenai istilah tersebut, mendefinisikan dan menghistorisasi pokok-pokok dasar fasisme. Ini termasuk paksaan publik untuk tunduk kepada seorang pemimpin yang dicintai, penguatan dan prioritas pada "kemurnian rasial", dan pencarian masa lalu yang mitos dan agung.

library_books Middleeasteye