Dalam dua tahun terakhir, ratusan ribu imigran telah datang ke Amerika Serikat melalui program kontroversial yang ditawarkan oleh pemerintahan Presiden Biden. Program ini memberikan jalur hukum bagi mereka untuk masuk ke negara tersebut. Namun, kini Presiden Trump menargetkan mereka untuk dideportasi.
Di tengah dilema ini terdapat program yang didirikan oleh mantan Presiden Joe Biden saat krisis di perbatasan selatan mencapai puncaknya. Imigran dari beberapa negara di Amerika Latin yang sedang mengalami masalah serius, termasuk Venezuela dan Nikaragua, datang dalam jumlah yang sangat besar. Biden berpikir, jika ada tawaran untuk bermigrasi secara hukum, mereka akan memanfaatkannya.
Maka, dia pun membuat program tersebut. Program ini dikenal sebagai "parole kemanusiaan" berdasarkan ketentuan hukum imigrasi yang digunakan. Di bawah program ini, imigran akan diberikan izin untuk datang dan bekerja secara legal selama dua tahun jika mereka menyerahkan informasi pribadi dan menemukan seseorang di Amerika yang bersedia menjadi sponsor keuangan mereka. Banyak dari mereka yang kemudian mengajukan suaka atau program imigrasi lainnya setelah tiba agar bisa tinggal lebih lama.
Namun, Partai Republik dengan cepat menuduh pemerintahan Biden telah menciptakan metode belakang untuk memungkinkan imigran yang tidak memenuhi syarat masuk ke negara tersebut—seolah-olah menyembunyikan sejauh mana krisis di perbatasan, karena kedatangan mereka tidak dicatat sebagai ilegal.
Trump mencalonkan diri melawan program ini dan menutupnya untuk pelamar baru segera setelah dia menjabat. Namun, pemerintahannya mengambil langkah lebih jauh, mencabut status imigran yang menggunakan program tersebut dan menargetkan mereka untuk dideportasi.
Kini, kerjasama sebelumnya para imigran dengan pemerintah justru membuat mereka berisiko. Data yang mereka bagikan kepada pihak berwenang untuk memasuki AS sekarang digunakan untuk mengidentifikasi mereka sebagai target potensial untuk deportasi, sementara pemerintahan Trump berupaya mempercepat tindakan tegasnya.
imigrasi Biden Trump deportasi Amerika Serikat