MADIUN – Kota Madiun baru saja menyelesaikan agenda penting yaitu Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Kota Madiun dan membahas berbagai rencana pembangunan fisik dan non fisik untuk tahun depan.
Musrenbang ini juga mencakup Forum Konsultasi Publik untuk Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak narasumber ahli dan pejabat dari Pemerintah Kota Madiun, termasuk Wali Kota Madiun, Dr. Maidi.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Maidi menyatakan bahwa masih banyak rencana pembangunan yang akan dilakukan di Kota Madiun. Salah satu proyek menarik adalah pembangunan ikon baru yang akan menjadi daya tarik wisatawan. "Taman Bantaran Kali Madiun akan banyak bersolek ke depan," ucap Wali Kota pada Kamis (20/3).
Salah satu proyek yang paling menarik adalah rencana pembangunan miniatur Tembok Cina di Bantaran Kali Madiun. Miniatur ini akan menjadi penghubung antara Taman Bantaran dan kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Rencananya, miniatur ini akan membentang hingga ke Jalan Pandan, yang saat ini sudah terhubung dengan kawasan PSC.
Wali Kota Maidi berpendapat bahwa pembangunan jalan dengan tema Tembok Cina akan membuat pengunjung lebih tertarik. "Kalau dibuatkan jalan biasa saja, orang tidak akan tertarik. Tetapi kalau jalannya kita buat seperti Tembok Cina, pasti akan banyak yang ingin mencoba," jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Wali Kota juga membahas program-program non fisik yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga sektor ini sangat penting untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kota ini. Hal ini sejalan dengan program Presiden Prabowo yang fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Dengan adanya rencana-rencana pembangunan ini, diharapkan Kota Madiun akan semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan ke daerah tersebut.
Madiun Musrenbang Tembok Cina wisata RPJMD