Israel telah mengakhiri gencatan senjata yang berlangsung selama dua bulan dengan melancarkan serangan udara besar-besaran di Jalur Gaza. Serangan ini dimulai pada malam hari Selasa, ketika angkatan udara Israel membombardir banyak target di wilayah tersebut.
Menurut laporan dari otoritas kesehatan yang dikuasai oleh Hamas, lebih dari 400 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami cedera akibat serangan ini. Namun, informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Kepala Kementerian Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, mengungkapkan kritik terhadap tindakan Israel. Ia menyatakan bahwa serangan ini menghancurkan harapan banyak orang di kawasan tersebut dan merusak upaya diplomatik positif yang dilakukan oleh negara-negara Arab. "Sekarang semua pihak harus menunjukkan pengekangan terbesar, mematuhi hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan untuk solusi permanen bagi konflik ini," ungkap Baerbock.
Sebelumnya, negara-negara Arab telah merencanakan sebuah proyek pembangunan kembali untuk Gaza dalam sebuah pertemuan di Kairo. Proyek ini mencakup pembersihan reruntuhan dan pembangunan tempat tinggal bagi warga Palestina di Gaza dalam periode sekitar lima tahun. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti bagaimana cara pendanaan dan siapa yang akan mengontrol wilayah Gaza di masa depan.
Situasi di Gaza kini semakin memprihatinkan dengan kembali meningkatnya kekerasan. Banyak orang berharap agar semua pihak dapat segera menemukan jalan menuju perdamaian yang lebih baik.
Israel Gaza serangan udara gencatan senjata Baerbock