Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gaza Diguncang Ledakan, 80 Serangan Udara Dalam 10 Menit

Gaza kembali dilanda kekacauan pada Selasa (18/3) pagi setelah serangkaian ledakan dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Dalam waktu sekitar sepuluh menit, sebanyak 80 serangan udara dilancarkan oleh Israel, menghancurkan suasana tenang yang biasanya hadir sebelum fajar.

Warga setempat merasakan ketakutan yang mendalam, seolah-olah mereka terjebak dalam mimpi buruk yang mengingatkan mereka pada hari-hari awal konflik yang berkepanjangan ini. Dalam kawasan permukiman yang kini telah menjadi labirin puing-puing, para paramedis berusaha mencari korban yang terjebak di dalam reruntuhan. Mereka bekerja sambil mengais dengan tangan kosong untuk menarik jenazah dan korban luka dari rumah-rumah yang hancur.

Salah satu warga yang bernama Muhanna mengungkapkan, "Kami lalui malam dengan penuh ketakutan. Anak-anak terus berteriak, dan rumah berguncang akibat bom. Tak ada yang tahu apakah mereka akan selamat malam itu."

Serangan ini dilatarbelakangi oleh pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengatakan bahwa serangan semalaman tersebut dilakukan karena Hamas menolak usulan yang diajukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Usulan tersebut meminta agar kesepakatan gencatan senjata Gaza fase pertama yang berakhir pada 1 Maret diperpanjang. Di samping itu, Hamas juga diminta untuk membebaskan sandera lainnya.

Kondisi di Gaza semakin memprihatinkan dengan meningkatnya jumlah serangan dan korban. Dengan situasi yang semakin memburuk, harapan untuk perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut semakin menipis. Warga Gaza terus hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan menghadapi masa depan.

library_books Antaranewscom