Pada pukul 2:20 pagi waktu setempat di Jalur Gaza, Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke berbagai target. Serangan ini terjadi bersamaan dengan waktu suhoor, yaitu makanan yang dimakan umat Muslim sebelum memulai puasa di bulan Ramadan. Banyak keluarga di Gaza yang sedang berkumpul untuk makan dan berdoa, meskipun seringkali mereka tidak memiliki cukup makanan.
Serangan ini menjadi kontroversi karena dianggap direncanakan untuk menyebabkan korban jiwa yang lebih banyak, terutama di kalangan warga sipil. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadapi tuntutan hukum terkait kasus korupsi yang bisa mengancam posisinya. Dengan adanya serangan ini, ia mendapatkan kesempatan untuk tidak hadir di persidangan tersebut.
Tindakan Israel ini juga memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan yang sudah penuh konflik. Banyak yang berpendapat bahwa dengan menjadikan konflik ini sebagai masalah agama, Israel justru akan menyulitkan upaya perdamaian di masa depan. Para penyintas serangan ini mungkin akan semakin sulit untuk mempertimbangkan hidup berdampingan dengan warga Israel di masa depan, baik dalam bentuk negara dua atau satu.
Sebelum serangan ini, sudah lebih dari 150 warga Palestina di Gaza yang kehilangan nyawa selama gencatan senjata. Israel juga gagal memulai pembicaraan untuk tahap kedua dari kesepakatan yang telah disepakati. Mereka juga tidak memenuhi janji untuk menarik diri dari Koridor Philadelphi dan menunda pembebasan tahanan Palestina selama seminggu.
Kejadian ini menunjukkan bahwa peran Barat sebagai pemimpin moral dunia semakin dipertanyakan. Banyak yang percaya bahwa tindakan ini akan berakibat fatal bagi ribuan nyawa warga Palestina dan Muslim lainnya.
Israel Gaza Ramadan serangan konflik