Surabaya, 18 Maret 2025 - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Jawa Timur telah mengadakan konferensi pers dengan tema ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur. Acara ini berlangsung secara daring dan luring di Surabaya.
Dalam konferensi pers tersebut, dibahas mengenai kondisi perekonomian regional yang menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diperkirakan berada di kisaran 5%. Selain itu, tingkat inflasi juga terjaga dengan baik, serta adanya penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Semua ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan manusia dan pemerataan pendapatan di wilayah tersebut.
Inflasi yang rendah menjadi salah satu fokus utama. Hal ini dapat dicapai berkat kebijakan diskon tarif listrik yang diterapkan pemerintah. Kebijakan ini dipercaya mampu menjaga stabilitas harga barang dan jasa di pasaran.
Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Namun, mereka menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak akan berdampak pada sektor-sektor vital. Sektor seperti belanja pegawai, pelayanan pegawai, operasional dasar, serta layanan publik dan bantuan sosial (bansos) tetap akan mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kebijakan fiskal yang adaptif dapat terjaga. Stabilitas ekonomi yang baik akan mendukung kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
Kemenkeu Satu Jawa Timur berkomitmen untuk terus mengawal pengelolaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) secara efektif dan berkelanjutan. Hal ini demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di masa depan.
Konferensi pers ini menjadi langkah penting dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi ekonomi Jawa Timur kepada masyarakat. Di tengah tantangan yang ada, pemerintah berusaha keras untuk menciptakan situasi ekonomi yang lebih baik bagi semua.
Kemenkeu Jawa Timur konferensi pers ekonomi inflasi