Ketegangan semakin meningkat dalam jaringan aliansi intelijen Amerika. Baru-baru ini, mantan Presiden Donald Trump menghentikan berbagi intelijen dengan Ukraina selama seminggu. Keputusan ini diambil untuk mendesak Ukraina agar membuat konsesi tertentu. Selain itu, Trump juga mengancam akan mencaplok Kanada serta mengeluarkan negara tersebut dari pakta intelijen yang dikenal dengan sebutan Five Eyes.
Meskipun demikian, saat ini arus intelijen masih mengalir dengan bebas antara Amerika dan sekutunya. Namun, banyak yang bertanya-tanya apakah kondisi ini akan berubah di masa depan.
Setelah Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru membentuk aliansi yang disebut Five Eyes. Pakta ini bertujuan untuk secara bersama-sama mengumpulkan komunikasi yang disadap dan data intelijen. Five Eyes merupakan kerjasama pengumpulan dan berbagi informasi paling ambisius dalam sejarah.
Namun, beberapa pihak mulai khawatir bahwa semua ini kini berada dalam risiko. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tindakan Trump dapat memengaruhi hubungan antara negara-negara anggota Five Eyes. Apakah aliansi ini akan tetap kuat atau akan menghadapi tantangan di masa mendatang? Ke depan, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi pada masa depan Five Eyes.
Kita harus terus memantau perkembangan ini, karena keputusan yang diambil oleh pemimpin saat ini dapat berdampak signifikan pada keamanan global.
Donald Trump intelijen Ukraina Kanada Five Eyes