Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jerman Usulkan Annalena Baerbock sebagai Presiden Sidang PBB

Pemerintah Jerman berencana untuk mengusulkan Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock sebagai Presiden Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2025/2026. Menurut informasi yang diperoleh dari kantor berita dpa dan studio ARD di ibu kota, keputusan kabinet sedang dalam proses.

Posisi Presiden Sidang Umum PBB akan tersedia untuk kelompok regional "Eropa Barat dan lainnya" pada periode mendatang. Jerman, yang telah menunjukkan komitmen kuat terhadap PBB, telah mendapatkan hak untuk mengisi posisi ini dari kelompok tersebut. Penting untuk dicatat bahwa jabatan Presiden Sidang Umum PBB berbeda dengan jabatan Sekjen PBB, yang saat ini dipegang oleh António Guterres.

Presiden Sidang Umum PBB memiliki tugas utama untuk memimpin pertemuan pleno dan memastikan bahwa aturan prosedur diikuti selama sidang. Dalam sejarahnya, para presiden PBB sebelumnya dikenal karena tugas-tugas representatif mereka.

Sejak Perang Dingin, Jerman hanya pernah mengisi posisi ini dua kali. Pertama, pada tahun 1980, ketika Rüdiger von Wechmar, yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar Jerman, menjadi presiden. Kemudian pada tahun 1987, Peter Florin, mantan Duta Besar Jerman Timur, juga menjabat dalam posisi tersebut.

Usulan ini menandai langkah penting bagi Jerman di panggung internasional, terutama dalam keterlibatannya di organisasi global seperti PBB. Jika usulan ini diterima, Annalena Baerbock akan menjadi pemimpin perempuan yang mewakili Jerman dalam forum internasional yang sangat penting ini.

library_books Tagesschau