Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Seorang pria asal Australia telah mencatatkan rekor dunia dengan bertahan hidup lebih dari 100 hari menggunakan jantung titanium. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah medis bahwa seseorang dapat hidup begitu lama dengan perangkat ini, yang diciptakan oleh ilmuwan Australia, Daniel Timms.

Jantung titanium ini memiliki bentuk yang mirip dengan komponen dari mesin mobil, terbuat dari titanium berwarna perak dengan berbagai pipa dan selang. Setiap tahun, sekitar 23 juta orang di seluruh dunia membutuhkan transplantasi jantung, namun hanya 6.000 orang yang berhasil mendapatkan jantung donor, menurut data dari Kementerian Kesehatan Australia.

Pria yang berusia awal 40-an ini menjalani operasi selama enam jam, yang dipimpin oleh dokter bedah Paul Jansz. Ia menjelaskan, "Ini adalah terobosan besar, sungguh luar biasa. Alat ini sangat sederhana: kita hanya perlu menjahitnya ke atrium jantung, lalu menghubungkan pompa secara langsung. Saat itu, semua orang menahan napas, dan ketika dinyalakan, alat ini berfungsi dengan baik." Proses ini melibatkan pengurangan bertahap dari mesin jantung-paru selama operasi, hingga pompa jantung titanium mengambil alih.

Pada tahun lalu, lima pasien di Amerika Serikat juga telah mendapatkan jantung buatan BiVACOR, tetapi tidak ada yang mampu bertahan selama lebih dari 100 hari seperti pasien dari Australia. Menurut Timms, keberhasilan pasien tersebut keluar dari rumah sakit merupakan terobosan baru.

Meskipun demikian, beberapa kritikus menyampaikan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mereka menyoroti bahwa masa kerja jantung buatan ini, yang sudah lebih dari 100 hari, masih jauh lebih pendek dibandingkan dengan jantung donor yang bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun.

Saat ini, implantasi jantung titanium ini masih dianggap sebagai solusi sementara untuk menjaga pasien tetap hidup hingga transplantasi jantung dari donor tersedia. Pasien asal Australia tersebut kini telah menerima jantung donor asli. Namun, tujuan dari penemu Timms adalah agar perangkat buatan ini suatu hari nanti dapat menjadi solusi permanen.

library_books Tagesschau