Ketua Kassenärztliche Bundesvereinigung, Andreas Gassen, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah yang diambil selama pandemi COVID-19. Menurutnya, pemahaman dari pengalaman ini sangat penting untuk menghadapi pandemi yang mungkin terjadi di masa depan.
Gassen mengingatkan, "Kita membutuhkan pengetahuan ini untuk siap menghadapi pandemi berikutnya, yang sayangnya hanya tinggal menunggu waktu saja," ujarnya kepada Funke Mediengruppe.
Ia menambahkan, jika tidak ada evaluasi, kredibilitas pemerintah akan dipertaruhkan. "Ini akan berakibat fatal, di mana masyarakat semakin kehilangan kepercayaan pada tindakan pemerintah," lanjutnya.
Selain itu, Deutsche Stiftung Patientenschutz juga berpendapat bahwa parlemen baru di Jerman harus segera melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah COVID-19. Eugen Brysch, ketua lembaga tersebut, menyatakan bahwa banyak kesalahan terjadi di sektor perawatan lansia. Ia menjelaskan bahwa panti jompo seharusnya bukan menjadi pusat penyebaran virus, melainkan harus dilengkapi dengan perlindungan yang memadai.
"Politik berusaha melakukan banyak hal, tetapi sering kali melupakan hal yang paling penting. Perlindungan dasar di perawatan jangka panjang sangat kurang, dan sistem pengujian yang efektif tidak pernah ada, ditambah lagi tidak ada rencana untuk menambah tenaga kerja dan tempat cadangan," kata Brysch.
Perlu diketahui, lockdown pertama di Jerman dimulai lima tahun yang lalu, tepatnya pada 16 Maret 2020, dan mulai berlaku pada 22 Maret 2020. Langkah ini membawa banyak pembatasan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Situasi ini menunjukkan pentingnya untuk tidak hanya fokus pada tindakan darurat, tetapi juga untuk melakukan evaluasi mendalam agar kesalahan yang sama tidak terulang di masa depan.
Dengan belajar dari pengalaman masa lalu, diharapkan kita bisa lebih siap dan lebih baik dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Corona pandemi evaluasi kesehatan Jerman