Pada tanggal 14 Maret, para pengamat langit di seluruh dunia disuguhi fenomena menarik yaitu gerhana bulan total pertama tahun ini, yang dikenal sebagai "bulan darah". Gerhana ini terjadi ketika bulan sepenuhnya berada dalam bayangan paling gelap dari Bumi, membuatnya terlihat berwarna merah-oranye.
Bulan purnama yang juga disebut bulan cacing, mencapai puncak pencahayaannya pada dini hari tanggal 14 Maret. Gerhana ini dapat terlihat di sebagian besar wilayah Amerika Utara dan Selatan, serta di sisi barat Afrika dan Eropa, bagian timur Australia, Rusia, dan Jepang utara.
Selama gerhana bulan total, bulan akan berwarna merah, yang menjadi ciri khas dari peristiwa ini. Hal ini terjadi karena cahaya matahari yang menembus atmosfer Bumi dan terdispersi, sehingga hanya cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang sampai ke bulan. Inilah yang menciptakan efek warna merah pada bulan.
Gerhana bulan total berikutnya akan berlangsung pada 7-8 September 2025. Namun, peristiwa ini hanya akan terlihat di beberapa bagian Asia, Australia, dan Pasifik.
Berikut beberapa foto yang diambil selama gerhana bulan total ini:
- Gambar 1: Bulan darah terlihat dari Caracas, Venezuela. (Leonardo Fernandez Viloria/Reuters)
Fenomena alam ini sangat menarik untuk disaksikan, terutama bagi mereka yang menyukai astronomi. Para ilmuwan dan pengamat langit berharap lebih banyak orang akan berpartisipasi dalam melihat gerhana bulan di masa depan.
gerhana bulan bulan darah bulan purnama fenomena alam