Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Moratorium Kerja Sama Pekerja Migran Indonesia Dicabut

Jakarta, 16 Maret 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyetujui pencabutan moratorium atau penghentian sementara kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi. Keputusan ini diambil karena adanya potensi besar bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa mencapai Rp31 triliun.

Informasi ini disampaikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Karding menjelaskan bahwa pencabutan moratorium ini sangat penting untuk mendukung perekonomian Indonesia.

“Dengan dibukanya kembali kerja sama ini, kita bisa menempatkan sekitar 600 ribu orang pekerja migran ke Arab Saudi. Hal ini dapat meningkatkan pemasukan negara melalui remitansi,” ujar Karding.

Remitansi adalah uang yang dikirim oleh pekerja migran kepada keluarga atau kerabat mereka di tanah air. Ini merupakan salah satu sumber devisa yang signifikan bagi Indonesia. Dengan jumlah pekerja yang cukup banyak, diharapkan akan ada aliran uang yang besar dari luar negeri.

Keputusan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi para pekerja migran serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di Indonesia. Selain itu, pencabutan moratorium ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pekerja migran dan menjaga hubungan baik dengan Kerajaan Arab Saudi.

Dengan demikian, langkah ini akan menjadi angin segar bagi para calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri serta bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Melalui kebijakan ini, diharapkan Indonesia dapat lebih mengoptimalkan potensi pekerja migran dan meraih manfaat yang lebih besar dari kerja sama internasional.

library_books Antaranewscom