Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

AS Meminta Ekspor Telur dari Eropa di Tengah Krisis

Harga telur di Amerika Serikat (AS) kini lebih dari enam dolar AS per lusin di banyak supermarket. Penyebab utama dari kenaikan harga ini adalah flu burung, yang menyebabkan kekurangan pasokan telur di pasar. Dalam upaya mengatasi masalah ini, AS telah meminta beberapa negara Eropa untuk mengekspor telur.

Menurut laporan media, permintaan dari AS telah diterima oleh negara-negara seperti Dänemark dan Swedia. Jacob Jensen, Menteri Pertanian Denmark, mengungkapkan bahwa permintaan tersebut menunjukkan ketergantungan AS terhadap perdagangan dengan Eropa. Ketegangan antara AS dan Denmark juga meningkat akibat rencana Presiden AS untuk membeli Grönland.

Markus Lindström, CEO dari penyedia telur Swedia, Kronägg, juga mengonfirmasi bahwa pihak berwenang AS telah menghubungi mereka untuk meminta telur. Namun, Lindström mengingatkan bahwa ada banyak peraturan ekspor yang harus diperhatikan, dan pengiriman telur melalui Samudera Atlantik bisa menjadi sulit.

Sementara itu, belum ada informasi apakah AS juga tertarik untuk mengimpor telur dari Jerman. Menurut Bundesverband Ei, saat ini ada sejumlah kecil telur yang diekspor ke AS, tetapi volume ekspor tersebut masih sangat terbatas.

Dengan meningkatnya permintaan telur dari AS, negara-negara Eropa mungkin harus mempertimbangkan kembali kebijakan ekspor mereka. Krisis ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas pasokan pangan, dan bagaimana perubahan di satu negara bisa berdampak pada negara lain.

library_books Tagesschau