Jakarta, 15 Maret 2025 – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengumumkan bahwa Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) berencana untuk memberikan pendanaan sebesar USD1 miliar, yang setara dengan Rp16,4 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pendanaan ini diharapkan dapat membantu mewujudkan IKN sebagai Ibu Kota politik negara pada tahun 2028. Pengumuman ini disampaikan Basuki setelah pertemuan dengan Direksi AIIB, H.E. Jin Liqun, dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Basuki menjelaskan secara rinci mengenai berbagai proyek strategis yang ada di IKN serta skema pendanaan yang akan diterapkan.
Fokus utama dari pembicaraan tersebut adalah pengembangan IKN sebagai Ibu Kota Politik Negara dalam periode 2025 hingga 2029. Hal ini mencakup pembangunan gedung-gedung parlemen dan infrastruktur pendukung lainnya yang menjadi prioritas dalam memindahkan pusat pemerintahan ke IKN.
Proyek ini dianggap sangat penting untuk mempersiapkan IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern dan efisien. Dengan dukungan dana dari AIIB, diharapkan pembangunan infrastruktur di IKN dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu, sehingga dapat mewujudkan visi pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai Ibu Kota yang dapat bersaing dengan kota-kota besar lainnya di dunia.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak hanya infrastruktur fisik yang berkembang, tetapi juga perekonomian di sekitar IKN dapat meningkat, memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Sebagai informasi, IKN Nusantara terletak di Kalimantan Timur dan dipilih sebagai lokasi baru Ibu Kota Negara Indonesia. Pembangunan IKN ini bertujuan untuk mendistribusikan pembangunan dan mengurangi kepadatan di Jakarta.
Dengan adanya dukungan pendanaan dari AIIB, langkah menuju realisasi IKN sebagai Ibu Kota baru semakin dekat.
Pendanaan IKN Nusantara AIIB Infrastruktur Basuki Hadimuljono